Skip to main content

travel elang bumiayu Tahukah Anda? Dulu Lapangan Banteng Bernama Lapangan Singa?

travel experience Monumen Pembebasan Irian Barat yang terletak di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (2/7/2018).

Lapangan Banteng yang terletak di Kawasan Jakarta Pusat kini telah bersolek sehingga memiliki tampilan yang estetis dengan beragam fasilitas umum yang menarik.

Tak salah jika Lapangan Banteng menjadi salah satu tujuan warga Jakarta untuk bersantai, berolah raga, dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya.

Salah satu bagian yang paling ikonik di Lapangan Banteng adalah Monumen Pembebasan Irian Barat. Patung setinggi 9 meter tersebut merupakan karya pematung Edhi Soenarso.

Selain Monumen Pembebasan Irian Barat, Edhi Soenarso juga merupakan pencipta patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia dan Patung Dirgantara atau lebih dikenal dengan sebutan Tugu Pancoran.

Tak hanya monumen yang memiliki nilai historis, Lapangan Banteng juga dilengkapi dengan trek atletik yang dapat digunakan warga yang hobi berlari untuk berlatih. Trek atletik ini menjadi salah satu lokasi favorit untuk berolah raga warga Jakarta selain di sekitaran Monas.

Kemudian ada juga amphitheatre yang dapat menampung ribuan orang, dinding-dinding berisi kutipan cerita sejarah, air mancur, hingga area bermain anak.

Namun tahukah Anda bagaimana kondisi Lapangan Banteng tempo dulu?

Dikutip dari buku berjudul The Origin of The Place Names in Jakarta atau Asal-usul Nama Tempat di Jakarta karya Rachmat Ruchiat, pada masa pemerintahan kolonial Belanda, Lapangan Banteng dikenal dengan sebutan Lapangan Singa.

Karena di tengahnya (lapangan) terpancang tugu peringatan kemenangan perang di Waterloo dengan patung singa berada di atasnya. Tugu tersebut drobohkan pada zaman pendudukan tentara Jepang, ujar Rachmat dalam buku yang terbit pada Maret 2018 tersebut.

Karena tugu peringatan kemenangan di Waterloo itu selain disebut sebagai Lapangan Singa, Lapangan Banteng juga disebut sebagai Waterlooplein. Nama Lapangan Singa berubah menjadi Lapangan Banteng setelah kemerdekaan Indonesia.

Rasanya memang lebih tepat, tidak saja karena singa mengingatkan pada lambang penjajah, tetapi juga tidak terdapat dalam dunia fauna kita. Sebaliknya banteng merupakan lambang nasionalisme Indonesia. Selain itu, besar kemungkinan tempat yang kini menjadi Lapangan Banteng itu pernah dihuni beragam satwa liar seperti macan, kijang, dan banteng, papar Rachmat dalam bukunya.

Comments

Popular posts from this blog

travel agent di solo Kurangi Risiko Kecelakaan, Operator Wisata River Tubing Wajib Perhatikan Perubahan Cuaca

travel elf - Praktisi Wisata Petualangan sekaligus Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Amalia Yunita mengatakan operator dan pemandu wisata river tubing wajib memperhatikan perubahan cuaca dan menjadikan bagian dari mitigasi dalam mengurangi risiko kecelakaan yang dapat menimpa wisatawan dalam berwisata. Hal itu merujuk kepada Safety Code untuk wisata petualangan yang disusun Kementerian Pariwisata yaitu SELAMAT. "Kata L dalam SELAMAT menekankan perlu adanya pengetahuan yang cukup tentang alam tempat berkegiatan, mengenali tingkat kesulitannya, bahaya yang ada, resiko yang mungkin timbul termasuk resiko perubahan cuaca," kata perempuan yang akrab disapa Yuni dalam keterangan tertulis kepada KompasTravel , Kamis (14/3). Menurutnya, bahaya-bahaya di sungai seperti dam, hole (kemiringan dasar sungai yang terjal), entrapment (perahu tersangkut), undercut (lubang di bawah bebatuan di sungai), termasuk banjir menjadi bahan informasi yang dimasukan dalam Standar Operatio...

travel dari solo ke bojonegoro Viral, Curhat Kekecewaan Turis Thailand saat Perjalanan Menuju Gunung Bromo

travel orange Unggahan seorang turis asal Thailand, Jirote Wangcharoen, di sejumlah grup beredar luas di media sosial Facebook. Dalam unggahannya, Jirote menuliskan pengalamannya yang tak mengenakkan saat melakukan perjalanan ke kawasan Bromo, Jawa Timur, pada pertengahan Juni lalu. Ia mengaku terkejut karena "digetok" harga tinggi untuk tarif transportasi dari Probolinggo menuju Bromo. " Ada mafia di sini yang tidak bersahabat dengan wisatawan. Saya tidak akan kembali lagi. Sepertinya tidak ada hubungannya dengan wisatawan seperti ini. I can't take Gojex here I must use them service they ask me 550000 IDR per car from Probolinggo to Bromo tpp expensive gojek ask me only 300000 IDR per car when i walk far away from them but them take motorcycle to block and will attack mee. I must tell them that i will sleep here at Probolinggo not go anywhere. But them found me at Cemeru Lawang and must use them service I pay 40000 IDR per person Them send me at Bayuangga again d...

5 Fungsi Nefron

Nefron yakni unit struktural dan fungsional mikroskopik ginjal. Nefron terdiri dari renal korpuskula dan renal tubulus. Renal korpuskula terdiri dari seberkas kapiler yang disebut glomerulus dan diselubungi oleh kapsula Bowman. Tubulus ginjal mencakup tubulus kontortus proksimal, lengkung henle, dan tubulus kontortus distal. Seorang cendekia balig cukup akal sehat mempunyai 0,8 hingga 1,5 juta nefron di setiap ginjal. Berikut yakni beberapa fungsi nefron. Langsung saja kita simak yang pertama: Bagian dari: Nefron (Artikel Lengkap) Melakukan penyaringan darah. Proses ini disebut filtrasi dan dilakukan di glomerulus. Melakukan penyerapan kembali. Proses ini disebut reabsorpsi dan dilakukan di tubulus kontortus proksimal. Melakukan sekresi zat berlebih atau tak berkhasiat dari tubuh. Proses ini disebut augmentasi dan dilakukan di tubulus kontortus distal. Berperan utama dalam ekskresi urin. Mengatur kadar zat dan cairan dalam tubuh. Anda dapat request artikel apa saja melalui ------- ata...